bLog na Sound'@ cLan

Jumat, 11 April 2008

Ketika Amanah Terbengkalai Ego

Tepat pukul 5.00 dini hari selepas azan subuh aku berikrar dengan disaksikan oleh Sang Mengetahui.. Berikrar untuk setia dan mematuhi konstitusi yang ada. Berikrar untuk mewujudkan tujuan organisasi menuju insan cita. dan yang terpenting berikrar untuk menjalankan kewajiban seorang muslim dan muslimah sejati.
Seiring berjalannya waktu yang tidak selalu mulus kita melakukan beberapa kealpaan baik itu besar ataupun kecil. Hal ini sangat lumrah dimana memang fitrah manusia yang melakukan salah. namun itu bukan akhir segalanya. ketika kesalahan yang kita perbuat hanya berhenti sebagai sebuah kesalahan, itu akan menjadikan kita orang yang kerdil. terlepas kita menyadarinya ataupun tidak. Untuk terus berjalan kedepan, jejak langkah harus kita tinggalkan. namun ketika jejak yang tercipta itu salah arah, kita harus memperbaikinya dengan taubatan nasuha dan berikhtiar untuk hari depan yang lebih baik.
sebagai manusia biasa kita memiliki amanah untuk menjadi khalifah fil ardh dan menjalankan kehidupan dengan sebaik-baiknya. Dan ketika menjadi seorang pemimpin amanah yang diemban pun semakin berat. Ada banyak kategori pemimpin, yaitu pemimpin diri sendiri, pemimpin rumah tangga, pemimpin organisasi, pemimpin negara dan lain sebagainya. Sebagai seorang pemimpin tentulah memiliki sifat-sitaf kepemimpinan yang baik yang diharapkan mampu membawa wadah yang menaunginya pada sebuah kesuksesan. namu kembali lagi pada fitrahnya manusia memiliki egoisme masing-masing yang kadarnya tentu berbeda-beda pada setiap orang.

Sebagai seorang muslim kita tentu menyadari bahwa sebuah amanah apapun itu bentuknya harus dijalani dan dipertanggung-jawabkan suatu hari nanti. Konflik hadir untuk mendewasakan diri dan menyempurnakan proses yang kita jalani. Suatu musibah jika kita terbiasa mengedepankan egoisme dan meninggalkan amanah. Terlebih lagi jika ego tersebut mengkambing hitamkan konflik untuk tidak menjalankan amanah yang sudah dipercayakan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

berusaha ya ukh...kalo bisa kaya aisha yang di ayat-ayat cinta..memang kadang ego emang menjadi nomor satu, tapi kalau kita lebih bijak bahwa mungkin apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut orang lain, so..keep self confident aja yach...btw kapan seminarna neh?